Selasa, 18 November 2014

Short Story About Me



Dahulu sewaktu saya duduk di bangku TK saya pernah ditanya oleh papa mama saya, kalau sudah besar mau menjadi apa, tapi saya tidak menjawabnya karena saya tidak tau kalau sudah besar mau menjadi apa dan saya tidak tau cita-cita saya itu seperti apa nantinya. Tapi saya pernah sewaktu ditanya seperti itu saya menujuk orang yang ada di tv yaitu dokter, saya ingin sekali menjadi dokter yang bisa membantu banyak orang. Papa mama saya lalu bilang saya bisa menjadi apa yang saya cita-citakan. Lalu sewaktu saya SD saya ditanya apa cita-cita saya kelak oleh guru saya, lalu saya menjawab saya ingin menjadi dokter. Guru saya pun bilang kalau saya bisa menjadi apa yang saya inginkan. Lain halnya sewaktu saya SMP, sewatu saya duduk dibangku SMP saya disuruh menuliskan cita-cita saya disecarik kertas, lalu disaat itu saya menuliskan saya ingin menjadi seorang psikolog. Teman-teman saya pun mentertawakan cita-cita saya. Mereka bilang orang yang menjadi seorang psikolog adalah orang yang sok tau, dia bisa tau apa yang sedang dialami oleh orang lain, tapi dia tidak tau apa yang sedang dia sendiri rasakan. Saya sedih dan kecewa karena teman-teman saya tidak mendukung apa yang saya cita-citakan, mereka malah menolok-olok dan mentertawakannya. Di sisi lain orang tua saya pun tidak menyetujui saya untuk menjadi seorang psikolog, entah alasan apa yang menjadi bahan pertimbangan untuk orang tua saya tidak meyetujui cita-cita saya. 
Disaat itu saya bingung dengan semuanya, saya heran mengapa banyak yang tidak menyetujui saya untuk menjadi psikolog, banyak yang mecaci-maki dan mentertawakannya. Lalu saya pun berkonsultasi dengan guru di SMP saya, saya bertanya apa salah saya mempunyai cita-cita menjadi psikolog dan mengapa banyak yang tidak setuju dan malah mentertawakannya. Lalu guru saya bilang apapun cita-cita kamu asal itu baik tidak masalah, cara pandang orang tentang suatu profesi berbeda, mungkin cara pandang mereka salah, dan soal orang tua mungkin kamu harus membujuknya saja dan coba beri pengertian. Saya pun langsung sadar, dan saya bangga sama apa yang saya cita-citakan, cita-cita orang memang berbeda, maka dari itu saya semakin yakin dengan apa yang saya cita-citakan. Keesokan harinya saya mencoba bilang kepada kedua orang tua saya tentang apa yang saya cita-citakan, saya bilang bahwa life in choise hidup ini adalah pilihan, profesi adalah pilihan, apa salah saya tertarik dan ingin menjadi seorang psikolog. Lalu oarang tua saya pun terdiam dan beliau tetap tidak setuju saya menjadi psikolog. Tapi saya tidak peduli dengan semua itu, saya tetap yakin dengan cita-cita saya. Beranjak masuk ke SMA banyak berbagai pengalaman yang saya dapatkan, salah satunya informasi tentang berbagai profesi kesehatan. Tenyata banyak sekali profesi yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Banyak sekali teman-teman saya yang tertarik masuk ke dunia kesehatan. Entah itu menjadi dokter, perawat, bidan, ahli gizi, farmasi, kesehatan masyarakat, dan lain-lain.
Awal masuk SMA saya tetap pada pendirian saya, saya tetap yakin dengan cita-cita saya yaitu psikolog. Disaat itu saya mengira psikolog itu masuk kedalam dunia kesehatan, tapi ternyata perkiraan saya salah. Psikolog bukan termasuk kedalam dunia kesehatan. Di bangku SMA ini saya banyak sekali mendapat pencerahan dan berbagai informasi dari berbagai kalangan entah itu guru-guru atau teman-teman saya. Disaat kelas 3 SMA saya sangat bingung karena disanalah penentuan kita mau menjadi apa, penentuan masa depan kita. Di kelas 3 SMA setelah Ujian Nasional ada Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Disitulah saya bingung saya harus memilih Universitas mana dan program studi apa yang saya suka dan sesuai dengan kemampuan saya. Saya banyak berkonsultasi oleh kedua orang tua saya, guru-guru saya dan teman-teman saya. Ujian pertama yang saya lewati adalah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Di ujian pertama ini saya memilih Universitas Padjadjaran dan Universitas Soedirman dengan program studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. Entah mengapa saya mengambil program studi itu, saya merasa saya ingin sekali menjadi seorang perawat, saya tidak lagi mau menjadi seorang psikolog, karena tidak direstui oleh kedua orang tua saya dan juga saya lebih tertarik masuk ke dalam dunia kesehatan, yaitu Keperawatan. 
Motivasi saya menjadi perawat yaitu saya ingin sekali membantu banyak orang, saya ingin membantu dokter untuk menyembuhkan masyarakat Indonesia. Orang tua saya pun setuju dengan pilihan saya karena mereka menggangap ini adalah pekerjaan mulia. Banyak orang yang bilang mengapa saya tidak menjadi dokter saja. Saya sadar menjadi dokter biayanya sangat mahal dan sepertinya kemampuan saya pun tidak cukup untuk menjadi seorang dokter. Saya menggangap menjadi seorang perawat lebih dari cukup dan sama halnya menjadi dokter hanya saja kita asistennya dokter. Di ujian pertama ini seleksinya menggunakan nilai rapot. Hari pengumuman pun tiba, dan hasilnya saya gagal, saya tidak diterima. 
Saya sedih dan kecewa saya malu dengan kedua orang tua saya. Lalu saya mencoba ikut tes PMDK D-3 disini saya mencoba mengambil di Universitas Sebelas Maret dan di Poltekkes Jakarta III dan saya mengambil program studi keperawatan. Disini seleksinya juga menggunakan nilai rapot. Dan lagi-lagi hasilnya gagal. Saya tidak berhenti mencoba, orang tua saya pun menyemangati. Saya mencoba lagi ujian SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Saya mengambil 3 Universitas yaitu Universitas Brawijaya dengan program studi Kebidanan, Universitas Islam Negeri Jakarta dengan program studi Keperawatan, dan Universitas Negeri Semarang dengan program studi Kesehatan Masyarakat. Disini seleksinya menggunakan tes. Hasilnya pun sama seperti ujian sebelumnya, saya tidak lolos. Disaat itu saya hampir putus asa karena saya tidak diterima kesekian kalinya oleh Perguruan Tinggi Negeri.
Banyak sekali kendala ditengah jalan, banyak sekali cobaan untuk menjadi sukses dan berhasil. Kedua orang tua saya pun sampai menyuruh saya untuk mendaftar juga di Universitas Swasta, tapi saya tidak mau karena saya sadar di Universitas Swasta biayanya lebih mahal daripada Universitas Negeri. Saya tetap akan mencoba untuk bisa masuk di Universitas Negeri melalui jalur apapun. Setelah semua jalur saya coba, kali ini saya mencoba masuk lewat jalur UM (Ujian Mandiri), dijalur ini memang biayanya lebih mahal tapi saya teringat kalau tahun ini sistem di Universitas Negeri memakai UKT (Uang Kuliah Tunggal) jadi semua sama saja. Saya mencoba 3 Universitas yaitu Poltekkes Jakarta III dengan program studi Keperawatan, Universitas Islam Negeri Jakarta dengan program studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat dan Universitas Diponegoro dengan program studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat. 
Saya berharap sekali di ujian kali ini saya lolos dan alhamdulillah doa saya didengar oleh Allah. Saya lolos di Poltekkes Jakaarta III dengan program studi Keperawatan D-3 dan di Universitas Diponegoro dengan program studi Keperawatan S-1. Disini saya bingung saya harus mengambil yang mana, kerena semua sama-sama cocok dengan pilihan saya, mau tidak mau saya harus memilih dan menentukan mana yang harus saya pilih. Lalu akhirnya dengan keputusan bersama antara sana dan orang tua saya, saya mengambil di Universitas Diponegoro dengan program studi Keperawatan S-1. Saya pikir lebih baik saya langsung menggambil S-1 dibanding D-3, karena sekarang banyak sekali S-1 yang pengganguran apalagi D-3. 
Orang tua saya bangga sekali karena saya bisa masuk di salah satu Universitas terbaik di Indonesia, Universitas yang sudah mempunyai nama besar di masyarakat luas. Saya pun senang karena saya bisa membuat orang tua saya bangga. Saya sama sekali tidak terpikir kalau saya akan menggambil dan dapat diterima di Universitas Diponegoro, karena banyak masalah yaitu jauh dari rumah, jauh dari orang tua dan seleksinya yang sangat ketat. Tapi saya bisa membuktikan kepada semua kalau saya bisa, saya mampu berada di Universitas ini. Persoalan jauh dari rumah dan jauh dari orang tua insyaallah bisa diselesaikan, memang kalau kita ingin mrenjadi sukses dan berhasil banyak sekali perjungan dan pengobanan, banyak sekali jatuh bangun, kegagalan, kesedihan ditengah jalan, tapi insyaallah kalau ada niat bisa menjadi happy ending. Saya berpikir kalau saya mengambil di Universitas ini banyak sekali pengalaman yang akan saya dapatkan, yaitu suasana baru, teman baru, tempat tinggal baru dan semuanya baru. Dan saya ingat oleh perkataan guru saya, apapun bisa kita raih selagi ada niat, usaha dan berdoa. Saya akan membuktikan kalau saya bisa sukses dengan apa yang saya cita-citakan.

Terapi Warna untuk Penyembuhan

Terapi warna pertama kali diperkenalkan pada zaman Mesir kuno. Saat itu, orang Mesir kuno menyembah matahari dan menyadari peran sentral cahaya matahari bagi kemanusiaan. Warna tersebut dipercaya dapat memberikan efek penyembuhan bagi tubuh. Kemajuan penyembuhan terapi warna oleh seorang bernama Avicenna, pemikir Islam yang hidup di abad ke-11 makin diperkenalkan ke seluruh dunia dan disebarkan. Ia datang dengan membawa bagan yang terkait warna, suhu, dan kondisi fisik tubuh manusia. Grafik ini bahkan masih digunakan hingga sekarang, yang merinci chakra atau pusat-pusat energi di dalam tubuh manusia. 

Setiap chakra diberi warna berbeda. Terapi warna ini menggunakan warna-warna sesuai bagan untuk menyembuhkan penyakit tertentu di bagian tubuh. Pada dasarnya terapi warna merupakan terapi yang menggunakan warna atau cahaya untuk memberikan stimulasi fisiologis dan psikologis manusia. Terapi warna dapat dianalogikan seperti ketika Anda di sebuah ruangan yang berwarna hitam kelam maka tubuh dan pikiran Anda terasa tidak nyaman sehingga Anda enggan untuk berlama-lama di ruangan tersebut. Artinya, kombinasi warna tertentu dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan psikologis manusia. Terapi warna dapat memberikan efek perubahan fisiologis lebih dari sekedar stimulasi psikologis saja. Misalnya, warna merah dapat merangsang sistem saraf otonom, sedangkan warna biru mempunyai efek menenangkan.
Menurut Ratu Aura, praktisi terapi warna, ia yakin bahwa semua bentuk materi adalah sumber energi. Dan cahaya merupakan salah satu bentuk energi, dan dapat dipecah menjadi beberapa warna. Dengan mengkombinasikan beberapa warna tertentu, kondisi energi dalam tubuh dapat diseimbangkan. Karena masih kontroversial hingga saat ini, terapi warna hanya boleh dijalankan pada praktik pengobatan alternatif saja. Terapi warna dijalankan sebagai obat penyembuhan dengan getaran yang menggunakan bahan alami seperti batu, permata, kristal, tanaman, rempah-rempah serta cahaya berwarna khusus. Pun demikian, tak sedikit orang yang setuju bahwa sinar matahari alami dapat memberikan pengaruh positif bagi kesehatan. Sebagai faktanya, sinar matahari dapat menjadi sumber vitamin D secara alami. Inilah sebabnya bayi juga disarankan untuk dijemur di pagi hari untuk menghilangkan penyakit kuning yang menunjukkan bilirubin dalam darahnya terlalu tinggi. Kekurangan sinar matahari juga dapat menyebabkan penurunan serotonin, di mana zat kimia tersebut mempengaruhi naik turunnya mood seseorang. Bahkan terapi warna dapat dijalankan selama Anda melakukan diet.



Berikut beberapa warna yang dapat membantu diet Anda :
Biru
Biru merupakan penekan nafsu makan yang kuat. Bila ingin menurunkan berat badan secara cepat, cobalah mengganti warna cahaya kulkas menjadi biru yang lebih ekonomis.
Kuning
Mulailah mengganti lensa kacamata Anda dengan warna kuning, untuk membantu diet. Mengenakan kacamata hampir setengah jam sehari bisa membantu lebih fokus pada diet sehat. Selain itu, juga bisa meningkatkan kinerja organ yang lamban.
Merah
Warna ini bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Membayangkannya saja, efeknya sudah terasa. Disarankan, bayangkan warna merah selama setidaknya 10 menit, setiap dua kali sehari.
Hijau dan Violet
Hijau dan Violet, atau ungu juga baik untuk menurunkan berat badan. Coba memasang gambar dari gabungan kedua warna itu, boleh juga ditambah biru, untuk menekan nafsu makan Anda.
Hitam
Anda bisa menerapkannya pada selimut, seprai, atau sarung bantal. Warna gelap itu juga ampuh menurunkan berat badan, meski banyak orang yang tidak menyadarinya.
Semoga Bermanfaat. Let's try gais :)

Cara Pengobatan Luka yang Baik

Dalam sistem pengobatan secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu pengobatan barat dan pengobatan timur. Seiring dengan berkembangnya teknologi, pengobatan modern pun semakin berkembang. Tujuannya agar bisa membantu masyarakat yang sedang dalam kesusahan meangani penyakitnya. Manfaatnya masyarakat bisa dapat terbantu karena ada berbagai pengobatan dari yang tradisional dan murah sampai yang modern dan mahal.

Silastic foam stent telah ditemukan secara khusus sangat sesuai untuk penatalaksanaan luka yang dalam dan bersih. (Wood dan Hughes 1975;Morgan et al, 1980;Cook dan Devlin, 1985) serta untuk penatalaksanaan fistula ani yang dibiarkan terbuka. Balutan tersebut mengandung dua jenis cairan, yakni busa basa dan katalis, yang dicampur dengan perbandingan 100:6 selama 15 detik sebelum dituangkan kedalam luka. Campuran tersebut mengembang sehinga menghasilkan busa stent sekitar empat kali volume awal campuran itu. Stent tersebut dapat mengikuti garis bentuk luka dengan rapat. Stent memerlukan desinfeksi dua kali sehari dengan larutan hibitane 0,5% dan seringkali hal tersebut dapat dikelola dirumah oleh pasien sendiri atau oleh oarng yang merawat mereka. Stent tersebut dapat digunakan kembali selama sekitar 1 minggu, pada saat mana lukanya dapat dinilai kembali dan kemudian stent baru dapat dibuat. Busa dapat mempertahankan suatu lingkungan yang lembab pada daerah luka, menyerap panas dan mencegah terlalu cepatnya pembentukan jembatan diatas luka yang lebih dalam oleh epitel yang dapat mengganggu drainase luka. Lebih lanjut lagi, kebanyakan pasien yang lebih muda, yang sebaliknya tampak sangat sehat, memdapati balutan tersebut memungkinkan mereka dapat segera kembali bekerja serta melanjutkan kembali aktivitas normalnya, tanpa perlu mengunjungi pusat pelayanan kesehatan untuk mengganti balutannya setiap hari.
Secara tradisional abses yang telah didrainase dibalut dengan kasa berbentuk pipa yang seringkali dicelupkan kedalam larutan antiseptik yang telah banyak digunakan secara umum, termasuk larutan hipoklorit. Ada sejumlah pilihan yang tersedia. Apabila terdapat resiko tinggi terhadap infeksi berulang, maka suatu bead dressing seperti mislanya iodosorb yang mengandung povidon-iodin, dapat dipertimbangkan untuk penatalaksanaan luka jangka pendek. Formulasi salep secara khusus sangat mudah untuk digunakan. Setelah 2-3 hari, saat luka sudah sembuh dan mulai bergranulasi, maka antiseptik tidak diperlukan lagi. Diatas adalah contoh pengobatan secara modern dan tradisional, dan bisa diihat pengobatan secara tradisional lebih rumit dibandingkan pengobatan modern.

Berdasarkan tingkatan uji klinisnya, obat tradisional dapat digolongkan menjadi 3 yang pertama yaitu jamu (empirical based herbal medicine) adalah jenis herbal yang belum melalui proses uji kelayakan, hanya berdasarkan pengalaman masyarakat, yang kedua obat ekstrak alam (obat herbal terstandar/scientific based herbal medicine) yang telah diuji khasiat dan toksisitasnya (kandungan racun), namun belum di uji cobakan penggunaannya pada pasien, yang ketiga fitofarmaka (clinical based herbal medicine) yang melalui tiga uji penting yaitu uji praklinik (uji khasiat dan toksisitas), uji teknologi farmasi (untuk menentukan identitas atau bahan berkhasiat secara seksama hingga dapat dibuat produk yang terstandarisasi), uji klinis kepada pasien

Dalam  ensiklopedia pengobatan alternatif dibagi dalam 3 kelompok besar yaitu, Terapi Energi yang meliputi (Akupuntur , Akupresur, Shiatsu, Do-in, Shaolin, Qigong, T’ai chi ch’uan, Yoga, Meditasi, Terapi polaritas, Refleksiologi, Metamorphic technique, Reiki, Metode Bowen, Ayurveda, Terapi tumpangan tangan), Terapi fisik yang meliputi (Masase, Aromaterapi, Osteopati, Chiropractic, Kinesiology, Rolfing, Hellework,  Feldenkrais method,  Teknik Alexander, Trager work, Zero balancing, Teknik relaksasi, Hidroterapi, Flotation therapy, Metode Bates), Terapi pikiran dan spiritual yang meliputi (Psikoterapi, Psikoanalitik, Terapi kognitif, Terapi humanistik, Terapi keluarga, Terapi kelompok, Terapi autogenik, Biofeedback, Visualisasi, Hipnoterapi, Dreamwork, Terapi Dance movement, Terapi musik, Terapi suara, Terapi seni, Terapi cahaya, Biorhythms, Terapi warna). Dari hasil penelitian diatas jelas masyarakat dari dahulu sampai sekarang, diluar negeri walaupun dalam negeri tetap banyak yang memilih pengobatan secara tradisional, karena biaya murah dan juga waktu penyembuhan tidak terlalu lama.

Rumah Sakit di Indonesia masih menggunakan balutan konvensional, yaitu menggunakan kasa steril sebagai bahan utama balutan. Hasil riset mengatakan tingkat kejadian infeksi pada perawatan luka dengan cara konvensional lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan balutan modern. Perawatan luka yang diberikan pada pasien harus dapat meningkatkan proses penyembuhan luka. Perawatan yang diberikan bersifat memberikan kehangatan dan lingkungan yang lembab pada luka penyembuhan luka dan mencegah kerusakan atau trauma lebih lanjut. Balutan modern lebih dapat memberikan lingkungan lembab dibanding balutan kasa yang cenderung cepat kering. Biaya yang dikeluarkan pada kelompok balutan modern lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok konvensional, tetapi mempunyai tingkat perbaikan luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok konvensional. Balutan konvensional merupakan balutan luka yang menggunakan kasa sebagai balutan utama. Balutan ini termasuk material pasif dengan fungsi utamanya sebagai pelindung, menjaga kehangatan dan menutupi penampilan yang tidak meyenangkan. 

Disamping itu balutan kasa juga dipakai untuk melindungi luka dari trauma, mempertahankan area luka, atau untuk penekanan luka dan area sekitar luka dan mencegah kontaminasi bakteri. Prinsip balutan modern dan konvensional sama yaitu menjaga kelembaban, kehangatan dan mencegah dari trauma. Namun balutan tradisional kurang dapat menjaga kelembaban karena NaCl akan menguap sehingga kasa menjadi kering. Kondisi kering menyebabkan kasa lengket pada luka sehingga mudah terjadi trauma ulang. Kekurangan kasa dalam menjaga kelembaban lingkungan luka menyebabkan masa perawatan luka yang memanjang. 

Balutan modern mempunyai tingkat perkembangan perbaikan luka diabetik yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan balutan konvensional. Semakin tinggi proses perbaikan luka pasien, semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk proses perbaikan luka. Pada kondisi dimana balutan modern tidak dapat di lakukan, balutan konvensional masih dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelembaban luka yaitu dengan mengganti balutan 2 kali sehari. Pengunaaan bahan pada perawatan luka dikategorikan tidak sesuai dengan karakteristik luka (100.00%).
Perawat membersihkan luka menggunakan normal salin, menggunakan povidone iodine sebagai antiseptik dan mengandalkan balutan basah kering (wet to dry) sebagai bahan balutan baik pada luka akut maupun luka kronik. Balutan basah kering (wet to dry) adalah balutan yang menggunakan kasa yang dibasahi dengan salin normal dan difiksasi menggunakan plester zink oksida. Perawat menggunakan bahan yang sama untuk merawat semua jenis luka akut dan kronik.  Berdasarkan hasil penelitian ini, saya ingin memberikan masukan kepada seluruh petugas kesehatan agar menggunakan bahan perawatan luka yang sesuai dengan karakteristik luka pasien. Misalnya tidak menggunakan povidone iodine pada luka akut seperti luka hasil pembedahan dan luka kronik yang menunjukkan kesembuhan (healable wound). Povidone iodine hanya digunakan pada jaringan kulit yang utuh pada pre-operatif, dan luka akut maupun kronik yang tidak dapat sembuh (non-healable) ataupun luka yang mengalami infeksi. Selain itu, saya juga menyarankan agar semua petugas kesehatan membuat suatu pelatihan tentang konsep perawatan luka terkini.

Semoga Bermanfaat gaissss :)

Tips Diet Saat Berlibur

Saat sedang berlibur mungkin orang akan mengatakan lupakan sejenak dietmu, nikmati liburan dan makanannya. Akibatnya banyak orang setelah pulang berlibur, berat badannya naik lebih dari sebelum berlibur walaupun liburan hanya dilakukan beberapa hari saja sehingga diet yang anda lakukan selama ini sia-sia. Seharusnya yang dilakukan adalah tetap melakukan diet namun bukan secara ketat. Berikut tips diet saat berlibur yang bisa anda lakukan dan tentunya anda tetap bisa menikmati liburan anda.
  1. Jadilah Intuitif
    Tidak diragukan lagi liburan adalah waktu untuk menikmati makanan yang berbeda. Sebagian besar lebih memanjakan daripada Anda biasanya makan. Tapi ada yang tidak perlu untuk dikonsumsi berlebihan di setiap kali makan. Makanlah sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
  2. Tetap Aktif
    Liburan adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan dalam latihan. Hal ini tidak hanya membantu Anda merasa lebih baik, itu membuat Anda bergerak lebih. Tidak harus latihan ke gym. Menari di malam hari, pergi untuk berjalan-jalan, dan hanya menemukan cara untuk menggerakkan tubuh Anda lebih banyak dari biasanya.
  3. Pilihlah Snack yang Sehat
    Carilah kesempatan untuk makan lebih banyak buah dan sayuran, apakah itu di kamar hotel atau makan prasmanan atau restoran. Sebagai contoh, kita mengunyah apel atau pisang di antara waktu makan dan bukannya memilih makanan ringan yang tidak sehat dan menganggu selera makan siang dan makan malam.
  4. Makanlah dengan Bermacam Variasi
    Semakin beragam pilihan makanan, semakin banyak peluang yang ada untuk meningkatkan nutrisi dan menemukan sesuatu yang baru.
  5. Nikmati Makanan
    Jadi ketika datang untuk liburan, luangkan waktu untuk makan makanan berkualitas, bersosialisasi, dan fokus makanan yang disiapkan. Hal ini bukan tentang makan terlalu banyak tetapi tentang melambatkan makan dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi
Berlibur bukan lagi menjadi alasan untuk tidak berdiet. Dengan melakukan tips diet saat berlibur ini maka berat badan akan lebih terkontrol dan liburan pun tetap bisa dinikmati tanpa ada rasa khawatir timbangan badan akan melonjak saat anda kembali dari liburan.
Semoga Bermanfaat. Have a Nice Holiday Gaisssss :)

Kamis, 11 April 2013

CINTA

cinta ♥
terkadang dia datang
terkadang dia pergi
cinta sering singgah, walau tak jarang mereka hanya mampir.
ketika suatu pasangan memiliki tekad untuk menjalin cinta ditempat yang berbeda, kesetiaan adalah jawabannya.
akankah dia setia ditempat yang jauh disana? atau perasaan ini hanya meraba pft :(
karena cinta tidak bisa diterka dan juga sulit untuk dijaga.
jadi, ketika kamu long distance relationship (ldr) putuslah perjuangkanlah dan pertahankanlah jrengjrengjreng hahaha


bagi kalian yang status hubungannya ldr, buat aja flyover antara kota lo sama pasangan lo, jadi kalo ketemuan kan gampang, bisa kapan aja toh? sudah pasti! cheeers ;;)


Memories

semua tanpa sadar, tanpa sengaja dan berjalan dengan sendirinya.
tanpa senyuman, tanpa sapaan dan tanpa pembicaraan. tapi terus berjalan hingga tercipta suasana baru. dengan keindahan sampai kini.
baru gue sadari pertemuan berakhir dengan ribuan cerita.
baru tersadari berartinya kehadiran seorang teman. dari keburukan hingga kebaikannya.
pastikan ini bukan perpisahan, tapi ini dalah senyuman. karena kita dan untuk kita semua.
senang bisa dekat dengan kalian :)
memberi fakta baru dalam hidup gue.
terimakasih teman {}
gue harap kalian semua gak akan lupa sama gue dan gue harap 5 tahun mendatang kita bertemu sudah menjadi orang sukses, orang tajir, orang berguna, dan orang yg punya segala-galanya amin ya rabb o:)
tulisan ini gue khusus kan kepada semua angkatan dan pejuang un tahun 2013!
ganbatte ya meraih cita-citanya (˘-˘)
"kamu sangat berarti istimewa dihati selamanya rasa ini. jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing ingatlah hari ini".
loveyousomuch